KONTU MERE – Sektor pertanian jagung kuning menjadi urat nadi perekonomian utama bagi masyarakat di Desa Kontu Mere. Mengandalkan lahan produktif yang membentang luas, komoditas ini berhasil menjadi sumber penghidupan utama yang menopang kesejahteraan ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Fokus Pertanian Jagung Kuning
- Urat Nadi Desa: Mayoritas warga menggantungkan hidup dari budidaya jagung kuning.
- Skala Lahan: Total luas lahan pertanian aktif mencapai 10 hektar.
- Keterlibatan Warga: Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) aktif berprofesi sebagai petani jagung.
Alur Distribusi dan Penjualan Hasil Panen
- Pusat Pengolahan: Petani membawa hasil panen ke Pabrik Jagung di Desa Bea.
- Harga Jual Pasar: Jagung kuning tingkat petani dihargai Rp 5.400 per kilogram.
- Penyerap Utama: Bulog bertindak sebagai pembeli resmi seluruh hasil panen warga.
Dampak Positif bagi Petani
Kerja sama yang terjalin antara petani, pabrik pengolahan di Desa Bea, dan Bulog memberikan jaminan pasar yang stabil. Harga jual yang pasti sebesar Rp 5.400/kg membuat para petani di Desa Kontu Mere dapat menghindari tengkulak nakal, sehingga pendapatan mereka tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
