Rabu, 10 Juni 2026

Bimtek Media dan Informasi Desa Tingkat Kecamatan Tongkuno Tingkatkan Kapasitas Calon Wartawan Desa

 


Tongkuno, 11 Juni 2026 – Upaya memperkuat transparansi dan penyebarluasan informasi desa terus dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Media dan Informasi Desa tentang Blogspot yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Serba Guna Desa Matano Oe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh calon wartawan desa yang diutus oleh masing-masing kepala desa se-Kecamatan Tongkuno. Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan dengan antusias untuk meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan media informasi desa berbasis digital.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Matano Oe, Camat Tongkuno, serta para Pendamping Desa Kecamatan Tongkuno yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang publikasi dan informasi desa.

Sebagai narasumber utama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Muna, Rahmat, ST dan Abdurahman selaku Koordinator TAPM Kabupaten Muna, memberikan materi terkait pentingnya media informasi desa sebagai sarana komunikasi dan keterbukaan informasi publik.

Dalam paparannya, Abdurahman menegaskan bahwa setiap desa perlu memiliki media informasi yang aktif dan terkelola dengan baik sebagai wadah penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Media dan informasi desa memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menjadi sarana promosi berbagai potensi yang dimiliki desa,” jelasnya.

Sementara itu, Rahmat, ST memberikan materi teknis mengenai pembuatan dan pengelolaan Blogspot desa. Peserta dibimbing secara langsung mulai dari pembuatan akun, pengaturan tampilan blog, hingga teknik dasar menulis dan mempublikasikan berita desa yang informatif dan mudah dipahami masyarakat.

Menambah wawasan peserta, kegiatan ini juga menghadirkan jurnalis dari Buton Pos, Anwardin, yang membawakan materi tentang Teknik Pembuatan Berita yang Ideal dan Menarik. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mengenai kaidah jurnalistik, teknik wawancara, penyusunan berita yang baik, serta cara membuat judul yang menarik namun tetap sesuai dengan fakta.

Dalam sambutannya, Camat Tongkuno, Saharudin, ST, menekankan pentingnya keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan bimtek agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di desa masing-masing.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dan sungguh-sungguh sehingga memahami pentingnya media dan informasi desa. Media ini nantinya menjadi alat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pemerintahan serta pembangunan desa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saharudin menjelaskan bahwa media desa juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi berbagai potensi yang dimiliki desa, baik sumber daya alam, budaya, maupun potensi ekonomi masyarakat yang selama ini belum banyak diketahui publik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon wartawan desa di Kecamatan Tongkuno mampu mengelola media informasi desa secara profesional, sehingga informasi pembangunan desa dapat tersampaikan dengan cepat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, keberadaan media desa diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

BUMDes Sinar Wa Ete Kembangkan Usaha Ayam Potong, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Tongkuno

 



Matano Oe, Tongkuno – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Wa Ete Desa Matano Oe, Kecamatan Tongkuno, terus menunjukkan perkembangan positif melalui usaha peternakan ayam potong yang menjadi salah satu program unggulan desa di bidang ketahanan pangan.

Usaha ayam potong tersebut mulai dirintis pada tahun 2025 seiring dengan kebijakan pemerintah yang mengamanatkan penggunaan minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMDes. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Desa Matano Oe mengucurkan dana penyertaan modal sebesar Rp184 juta kepada BUMDes Sinar Wa Ete.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari pembangunan kandang, pembelian bibit ayam, pengadaan obat-obatan, biaya operasional pemeliharaan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Kini, setelah berjalan kurang lebih enam bulan, usaha peternakan ayam potong tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. BUMDes Sinar Wa Ete telah mampu melakukan produksi sebanyak dua kali dalam sebulan. Dalam setiap siklus produksi, jumlah ayam yang dipanen berkisar antara 350 hingga 390 ekor dari total bibit awal sebanyak 400 ekor.

Kepala Desa Matano Oe, Amin, SP, menilai usaha peternakan ayam potong ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Menurutnya, selain meningkatkan ketahanan pangan desa, usaha tersebut juga berpotensi menjadi pemasok kebutuhan pangan untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tongkuno.

"Usaha BUMDes ternak ayam potong ini sangat potensial untuk terus dikembangkan. Selain mendukung ketahanan pangan desa, usaha ini juga dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis, khususnya di Kecamatan Tongkuno dan Desa Matano Oe," ujar Amin.

Sementara itu, Ketua BUMDes Sinar Wa Ete, La Ode Mohamat Restu, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha peternakan ayam potong agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi desa.

"Ke depan kami akan terus mengembangkan usaha ini secara maksimal agar memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dengan meningkatnya keuntungan, kesejahteraan pengurus dapat meningkat dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) juga semakin besar," katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang selama ini berperan aktif dalam perkembangan usaha tersebut, terutama Pendamping Desa Kecamatan Tongkuno, Sawaluddi, ST, yang dinilai selalu memberikan motivasi, pendampingan, serta bimbingan kepada pengurus BUMDes.

"Keberhasilan usaha ini tidak lepas dari peran aktif Pendamping Desa Kecamatan Tongkuno yang terus memberikan motivasi dan bimbingan kepada kami," tambahnya.

Baik Pemerintah Desa Matano Oe maupun pengurus BUMDes berharap usaha peternakan ayam potong ini dapat terus berkembang, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan desa, membuka peluang ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu sumber pendapatan desa yang berkelanjutan di masa mendatang.

Dengan perkembangan yang telah dicapai dalam waktu relatif singkat, BUMDes Sinar Wa Ete menjadi contoh bagaimana pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dapat mendorong lahirnya usaha produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan desa.

Selasa, 09 Juni 2026

Sukses Kelola Dana Desa, BUMDes Kalembungo Desa Labasa Sumbang PADes untuk Bangun Plafon Balai Desa

LABASA – Keberhasilan pengelolaan Dana Desa kembali membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Desa Labasa sukses mengoptimalkan Dana Desa tahun anggaran 2025 sebesar Rp190 juta yang digelontorkan khusus untuk program Ketahanan Pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalembungo.

Bergerak di sektor peternakan, BUMDes Kalembungo fokus pada lini usaha jual beli sapi. Sejak dirintis pada tahun 2025 lalu, usaha ini terbukti berjalan produktif dan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Dalam waktu yang relatif singkat, usaha jual beli sapi ini berhasil membukukan keuntungan bersih kurang lebih mencapai Rp50 juta.

Keberhasilan ini otomatis mendongkrak aset desa. Saat ini, total modal yang berputar di BUMDes Kalembungo telah melesat hingga mencapai kisaran Rp250 juta.

Dampak nyata dari hidupnya nadi perekonomian di BUMDes ini langsung dirasakan oleh pemerintahan dan masyarakat Desa Labasa. Dari keuntungan yang didapat, BUMDes Kalembungo secara berkontribusi menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp10 juta.

Komitmen transparan dan membangun ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Labasa. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2026, dana PADes tersebut langsung direalisasikan untuk merenovasi infrastruktur desa, yakni pembangunan plafon Balai Desa Labasa. Kini, Balai Desa tampil beda, terlihat jauh lebih indah, cantik, dan sudah mulai digunakan secara nyaman untuk berbagai aktivitas serta pelayanan warga.

Kepala Desa Labasa menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pengurus BUMDes Kalembungo yang dinilai amanah dan inovatif dalam mengelola anggaran ketahanan pangan sehingga manfaatnya bisa langsung dinikmati warga dalam bentuk fasilitas desa yang representatif.

Melihat potensi besar yang sudah berjalan, BUMDes Kalembungo tidak boleh berpuas diri. Untuk melipatgandakan keuntungan di masa depan, berikut adalah narasi dan langkah strategis pengembangan usaha yang dapat diterapkan:

1. Program Penggemukan Sapi (Fatterning) Menjelang Hari Raya Selain jual beli konvensional, BUMDes dapat mulai fokus pada sistem penggemukan sapi (fattening). Membeli sapi kurus dengan harga miring, lalu dirawat dengan pakan berkualitas tinggi selama 3–4 bulan sebelum Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri. Margin keuntungan dari penjualan sapi qurban jauh lebih tinggi dan permintaannya pasti.

2. Pemanfaatan Limbah Menjadi Nilai Ekonomis (Zero Waste) Kotoran sapi dari kandang BUMDes jangan dibuang. Limbah ini bisa diolah menjadi pupuk organik (kompos) cair maupun padat. Pupuk ini nantinya bisa dijual kembali kepada petani lokal di Desa Labasa atau desa tetangga. Selain menambah pemasukan baru, ini juga mendukung ketahanan pertanian desa.

3. Integrasi Pakan Mandiri (Bank Pakan) Biaya terbesar dari peternakan adalah pakan. BUMDes dapat memanfaatkan sebagian modal untuk menanam rumput berkualitas (seperti rumput odot atau pakchong) di lahan desa yang kosong, atau membuat mesin pengolah pakan silase (pakan fermentasi). Dengan pakan mandiri, biaya operasional ditekan, dan sisa pakan bisa dijual ke peternak lain.

4. Kemitraan dengan Peternak Warga (Sistem Gaduh/Bagi Hasil) Untuk memperluas skala usaha tanpa terkendala kapasitas kandang utama, BUMDes bisa menerapkan sistem bagi hasil dengan warga desa. BUMDes menyediakan bibit sapi, warga yang merawat. Saat panen/jual, keuntungan dibagi rata. Langkah ini tidak hanya menaikkan keuntungan BUMDes, tetapi juga langsung memberdayakan dan meningkatkan ekonomi puluhan kepala keluarga di Desa Labasa.

Dengan eksekusi strategi ini, modal Rp250 juta yang ada saat ini berpotensi berkembang dua kali lipat, sehingga sumbangsih untuk PADes berikutnya bisa lebih besar lagi—bukan hanya untuk mempercantik balai desa, tapi juga untuk jalan tani, beasiswa anak desa, atau bantuan modal usaha warga.

Senin, 08 Juni 2026

Buka OJT Kader Desa, Camat Bone: Saatnya Desa Mandiri Informasikan Pembangunan Lewat Media Digital

 



MUNA – Pemerintah Kecamatan Bone dan Marobo mengambil langkah progresif dalam mendorong keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Hal ini dibuktikan melalui gelaran kegiatan On the Job Training (OJT) bagi para Kader Desa se-Kecamatan Bone dan Marobo yang berpusat di Aula Balai Desa Oelongko, Kecamatan Bone.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari para kader desa utusan masing-masing wilayah, Kepala Desa Oelongko, serta seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dari Kecamatan Bone dan Marobo. Acara ini secara resmi dibuka oleh Camat Bone, Bapak Sujalil, S.T., M.M.

Dalam sambutannya, Camat Bone, Sujalil, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan OJT ini. Ia mengimbau kepada seluruh peserta agar mengikuti jalannya pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab dari awal hingga akhir kegiatan.

Menurut Sujalil, materi yang diajarkan dalam pelatihan ini sangat luar biasa karena mampu mencetak corong informasi baru di tingkat akar rumput.

"Materi kegiatan ini sangat bagus, karena dapat menciptakan 'wartawan-wartawan lokal' di desa masing-masing. Ke depan, mereka inilah yang akan bertugas memberitakan hal-hal penting dan potensi yang ada di desanya," ujar Sujalil dengan optimis.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri berkompeten dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Muna, yang juga bertindak sebagai Person in Charge (PIC) Media dan Informasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Muna.

Di hadapan para kader, pemateri memaparkan bahwa pemanfaatan platform Blogspot sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini. Platform ini dinilai sebagai solusi digital terbaik untuk diadopsi oleh pemerintah desa.

"Blogspot ini adalah media yang murah, cepat, dan sangat aman untuk dijalankan di tingkat desa. Ini bisa menjadi senjata utama desa sebagai media publikasi sekaligus bentuk transparansi nyata terhadap hasil-hasil kegiatan pembangunan desa kepada masyarakat luas," jelas pemateri dari TAPM Kabupaten Muna atas nama RAHMat, ST

Dengan adanya OJT ini, desa-desa di Kecamatan Bone dan Marobo diharapkan tidak lagi gagap teknologi. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu melangkah maju secara mandiri dalam mengelola informasi, mempromosikan potensi desa, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan melalui digitalisasi. (Red)

Minggu, 07 Juni 2026

Sukses Perdana, BUMDes Jujur Jaya Desa Kilambibito Panen 1.000 Buah Semangka


KONTUKOWUNA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jujur Jaya di Desa Kilambibito, Kecamatan Kontukowuna, berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan dalam upaya mendukung ketahanan pangan desa. Kebun semangka yang dikelola BUMDes tersebut sukses melakukan panen perdana pada akhir bulan Mei 2026.

Usaha perkebunan ini merupakan realisasi dari program ketahanan pangan yang didanai melalui penyertaan modal dari Pemerintah Desa Kilambibito sebesar Rp140 juta. Penanaman bibit perdana telah dimulai sejak Januari 2026 dan kini membuahkan hasil yang memuaskan.

Pada saat panen perdana tersebut, hadir pihak Pemerintah Desa Kilambibito, Pendamping Desa, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Muna, Rahmat, ST. Sebanyak kurang lebih 1.000 buah semangka berhasil dipanen dan langsung diserbu oleh pembeli.

Sistem penjualan dilakukan secara langsung di lokasi kebun (on the spot). Antusiasme pembeli sangat tinggi, dengan harga jual yang bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per buah, tergantung pada ukuran semangka.

Kepala Desa Kilambibito menyampaikan apresiasi atas keberhasilan panen ini. Beliau berharap agar usaha kebun semangka ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berkelanjutan dan ditingkatkan produktivitasnya di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, pengurus BUMDes Jujur Jaya berkomitmen untuk memaksimalkan operasional kebun. "Kami akan terus berinovasi dan mengelola usaha ini dengan lebih maksimal ke depannya agar dapat meraih keuntungan yang lebih besar bagi desa," ujar salah satu pengurus.


TAPM Kabupaten Muna, Rahmat, ST, memberikan dorongan semangat kepada seluruh pengurus BUMDes. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme dalam tata kelola usaha.

"Kami berharap pengurus BUMDes tetap semangat dan semakin profesional dalam mengelola usahanya. Jika dikelola dengan manajemen yang baik, usaha ini akan berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), kesejahteraan pengurus, serta secara luas dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kilambibito," tegas Rahmat.

Kesuksesan panen perdana ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan dana ketahanan pangan yang tepat sasaran mampu memberikan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi desa.

Selasa, 02 Juni 2026

BUMDes Jujur Jaya Desa Kilambibito Sukses Kembangkan Usaha Ketahanan Pangan, Tomat Jadi Komoditas Unggulan Baru


KILAMBIBITO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jujur Jaya di Desa Kilambibito menunjukkan taringnya dalam pengelolaan Dana Desa. Melalui program ketahanan pangan tahun 2025, BUMDes ini berhasil membuktikan bahwa pemanfaatan potensi lokal mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi desa dan masyarakat.

Keberhasilan Program Ketahanan Pangan

Tahun 2025, BUMDes Jujur Jaya mengalokasikan 20% dari Pagu Dana Desa sebesar Rp130 juta untuk sektor ketahanan pangan. Anggaran tersebut dikelola secara komprehensif, mulai dari pembersihan lahan, pemagaran, pengadaan bibit, hingga penyediaan sarana prasarana pendukung seperti sumur bor, sistem perpipaan, dan tandon air.

Usaha ini membuahkan hasil manis. Pada panen perdana, komoditas semangka dinilai cukup untuk menutupi biaya bibit dan operasional. Namun, primadona utama adalah panen tomat yang mencapai 2,5 ton. Dengan harga jual rata-rata Rp17.000 per kilogram, usaha kebun tomat ini terbukti sangat menjanjikan.

Pasar yang Antusias

Potensi besar ini terlihat dari antusiasme pembeli yang datang langsung ke kebun BUMDes. Distribusi hasil panen pun telah menjangkau pasar lokal hingga ke Pasar Lombe, Buton Tengah. Melihat prospek tersebut, Ketua BUMDes Jujur Jaya menegaskan komitmennya untuk mengembangkan usaha ini secara berkelanjutan.

"Saat ini, kami sudah mulai melakukan pembersihan lahan kembali untuk penanaman berikutnya," ujar Ketua BUMDes.

Dukungan Pemerintah Desa dan TAPM

Kepala Desa Kilambibito menyambut positif langkah BUMDes. Menurutnya, usaha ini sangat potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta meningkatkan kesejahteraan pengurus BUMDes dan masyarakat desa secara umum.

Kunjungan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Muna, Rahmat, S.T., bersama pendamping desa, semakin menguatkan langkah BUMDes Jujur Jaya. Rahmat menyatakan bahwa pemilihan jenis usaha tersebut sudah sangat tepat karena sesuai dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Kilambibito.

"Pilihan usaha ini sudah tepat untuk dilanjutkan. Ke depan, BUMDes harus dikelola lebih profesional, baik dari sisi manajemen, pengembangan usaha, maupun sistem administrasi dan pembukuan," ujar Rahmat, S.T.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi sebagai kunci keberhasilan. Setiap akhir tahun, BUMDes diwajibkan menyusun laporan keuangan dan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan kepada Pemerintah Desa serta seluruh masyarakat Desa Kilambibito.

Dengan keberhasilan panen tomat ini, Desa Kilambibito kini optimistis dapat menjadikan sektor pertanian sebagai komoditas unggulan yang membawa perubahan ekonomi bagi desa di masa depan.

Bimtek Media dan Informasi Desa Tingkat Kecamatan Tongkuno Tingkatkan Kapasitas Calon Wartawan Desa

  Tongkuno, 11 Juni 2026 – Upaya memperkuat transparansi dan penyebarluasan informasi desa terus dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Tekni...